SINGKAWANG – fkub-kalbar.or.id, Pemerintah Kota Singkawang kembali menegaskan komitmennya dalam merawat keharmonisan masyarakat majemuk. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya pelantikan dan pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta Forum Kerukunan Pemuda Lintas Agama (FKPELA) Kota Singkawang, pada Rabu (11/2).
Acara yang berlangsung khidmat di Aula Pemerintah Kota Singkawang ini tidak hanya sekadar seremonial pelantikan, namun juga dirangkai dengan Deklarasi Salam Damai. Deklarasi ini menjadi momentum strategis mengingat tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa di mana perayaan Imlek dan Cap Go Meh beriringan dengan datangnya bulan suci Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam keterangannya, pihak penyelenggara menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan peran strategis organisasi lintas agama.
“Melalui momentum ini, diharapkan semangat toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan terus terjaga. Kita ingin menjadikan Singkawang sebagai kota yang damai, harmonis, dan berlandaskan nilai kebhinekaan,” ujar narasi dalam dokumentasi resmi acara tersebut.
Komitmen Keamanan dan Ketertiban
Dari sisi keamanan, Polres Singkawang memastikan dukungan penuh terhadap upaya menjaga kondusivitas kota. Berdasarkan laporan Humas Polres Singkawang, kegiatan pelantikan yang berakhir pukul 10.30 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres Singkawang melalui jajarannya mengimbau agar semangat persaudaraan yang dideklarasikan hari ini dapat diimplementasikan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat. Deklarasi Salam Damai ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam mencegah gesekan dan menjaga persatuan, khususnya saat masyarakat merayakan hari-hari besar keagamaan mendatang.
“Damai jadi pegangan, berbeda namun sejalan. Satu suara satu tujuan untuk Indonesia penuh harapan,” demikian pesan moral yang disuarakan dalam kegiatan tersebut.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan FKUB dan FKPELA yang baru, Kota Singkawang optimistis dapat terus mempertahankan predikatnya sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, di mana perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun kemajuan bersama.







Discussion about this post