• Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah SIngkat
    • Visi Misi
    • Urgensi FKUB
    • Dasar Hukum
    • Tujuan dan Strategi
    • Program Kerja
    • Struktur Organisasi
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
      • Kabupaten Bengkayang
      • Kabupaten Kapuas Hulu
      • Kabupaten Kayong Utara
      • Kabupaten Ketapang
      • Kabupaten Kubu Raya
      • Kabupaten Landak
      • Kabupaten Melawi
      • Kabupaten Mempawah
      • Kabupaten Sambas
      • Kabupaten Sanggau
      • Kabupaten Sekadau
      • Kabupaten Sintang
      • Kota Pontianak
      • Kota SIngkawang
  • Mimbar Rohani
    • Islam
    • Kristen
    • Katholik
    • Hindu
    • Buddha
    • Konghuchu
  • Budaya
  • Opini
  • Galeri
    • Foto
    • Video
Rabu, September 16, 2026
Forum Kerukunan Umat Beragama Kalimantan Barat
Advertisement Banner
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah SIngkat
    • Visi Misi
    • Urgensi FKUB
    • Dasar Hukum
    • Tujuan dan Strategi
    • Program Kerja
    • Struktur Organisasi
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
      • Kabupaten Bengkayang
      • Kabupaten Kapuas Hulu
      • Kabupaten Kayong Utara
      • Kabupaten Ketapang
      • Kabupaten Kubu Raya
      • Kabupaten Landak
      • Kabupaten Melawi
      • Kabupaten Mempawah
      • Kabupaten Sambas
      • Kabupaten Sanggau
      • Kabupaten Sekadau
      • Kabupaten Sintang
      • Kota Pontianak
      • Kota SIngkawang
  • Mimbar Rohani
    • Islam
    • Kristen
    • Katholik
    • Hindu
    • Buddha
    • Konghuchu
  • Budaya
  • Opini
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah SIngkat
    • Visi Misi
    • Urgensi FKUB
    • Dasar Hukum
    • Tujuan dan Strategi
    • Program Kerja
    • Struktur Organisasi
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
      • Kabupaten Bengkayang
      • Kabupaten Kapuas Hulu
      • Kabupaten Kayong Utara
      • Kabupaten Ketapang
      • Kabupaten Kubu Raya
      • Kabupaten Landak
      • Kabupaten Melawi
      • Kabupaten Mempawah
      • Kabupaten Sambas
      • Kabupaten Sanggau
      • Kabupaten Sekadau
      • Kabupaten Sintang
      • Kota Pontianak
      • Kota SIngkawang
  • Mimbar Rohani
    • Islam
    • Kristen
    • Katholik
    • Hindu
    • Buddha
    • Konghuchu
  • Budaya
  • Opini
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Budaya

Robo’-Robo’: Merawat Tradisi, Menghidupkan Kearifan Lokal

admin by admin
Agustus 14, 2026
in Budaya
0
Robo’-Robo’: Merawat Tradisi, Menghidupkan Kearifan Lokal
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ahmad Jais

“Suatu bangsa yang tidak menghargai jasa dan tradisi para pendahulunya adalah bangsa yang kehilangan akar sejarahnya sendiri.” (Sartono Kartodirdjo, Sejarawan)

Setiap kali suatu daerah menggelar upacara adat turun-temurun, ada perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, rasa haru, kebanggaan, sekaligus kerinduan pada masa lalu yang diwariskan leluhur. Tradisi semacam ini bukan sekadar seremoni tanpa makna, melainkan jejak kearifan yang menyimpan nilai-nilai luhur tentang syukur, kebersamaan, dan keseimbangan hidup dengan alam serta Sang Pencipta.

Para nabi dan ulama pun memahami betul pentingnya menjaga tradisi baik yang tidak bertentangan dengan syariat, sebab di dalamnya sering tersimpan hikmah yang menyatukan umat lintas generasi.

Rasulullah SAW sendiri, ketika hijrah ke Madinah, tidak serta-merta menghapus seluruh tradisi masyarakat setempat. Beliau justru mempertahankan sebagian kebiasaan baik penduduk Madinah dan hanya meluruskan yang bertentangan dengan akidah, sebagaimana yang beliau lakukan pada tradisi Hari Asyura yang sudah dijalankan masyarakat Yahudi Madinah. Beliau bersabda,

“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian,” lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan bagaimana Nabi SAW bijaksana dalam menyikapi tradisi, tidak serta-merta menolaknya, melainkan menyaring dan meluruskannya agar tetap selaras dengan nilai tauhid.

Allah SWT berfirman, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103).

Ayat ini menegaskan bahwa persatuan dan kebersamaan umat adalah nilai yang sangat dijaga dalam Islam, dan tradisi yang mempererat silaturahmi serta rasa syukur bersama sejatinya adalah wujud nyata dari semangat ayat ini.

Kisah Umar bin Khattab RA memberikan teladan berharga tentang bagaimana bersikap terhadap tradisi masyarakat. Ketika menjadi khalifah, ia tidak menghapus kebiasaan masyarakat Arab yang baik, melainkan meneguhkannya dalam bingkai syariat, seperti tradisi shalat tarawih berjamaah yang kemudian beliau lestarikan dan rapikan pelaksanaannya. Ia pernah berkata kepada para sahabat, “Sebaik-baik bid’ah (perkara baru yang baik) adalah ini,” merujuk pada penataan shalat tarawih berjamaah yang membawa kebaikan dan mempererat ukhuwah umat.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Barangsiapa merintis dalam Islam suatu kebiasaan yang baik, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka.” (HR. Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa melestarikan dan merawat kebiasaan baik, termasuk tradisi yang mengandung nilai syukur dan kebersamaan, adalah amal yang pahalanya terus mengalir.

Di era modern saat ini, banyak tradisi leluhur mulai ditinggalkan generasi muda karena dianggap kuno atau tidak relevan dengan gaya hidup digital. Padahal di balik setiap ritual adat, sering tersimpan pesan moral tentang rasa syukur, gotong royong, dan penghormatan kepada alam serta sesama. Rasulullah SAW mengingatkan,

“Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mensyukuri yang banyak.” (HR. Ahmad).

Tradisi yang mengajarkan rasa syukur atas rezeki dan keselamatan, seperti tradisi masyarakat pesisir yang bersyukur atas hasil laut, sesungguhnya sejalan dengan semangat hadis ini.

Namun perlu diwaspadai pula agar pelestarian tradisi tidak bertentangan dengan akidah, sebab esensi tradisi yang benar adalah bungkus budaya yang tetap berisi nilai tauhid dan syukur kepada Allah semata. Sebagai solusi, Allah SWT berfirman,

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.'” (QS. Ibrahim: 7).

Jadilah seperti pohon besar yang akarnya menghunjam jauh ke dalam tanah sejarah, namun dahannya tetap tumbuh menjulang menyambut cahaya zaman yang baru. Jadilah pula seperti sungai yang mengalir dari mata air leluhur, membawa kesegaran hingga ke muara generasi mendatang tanpa pernah kehilangan sumbernya. Ingatlah bahwa kelak setiap warisan nilai yang kita jaga atau kita abaikan akan dipertanggungjawabkan, sebagaimana amanah leluhur adalah amanah yang harus disampaikan kepada generasi berikutnya, wallahu a’lam.

Ya Allah, berikanlah kami kebijaksanaan untuk merawat tradisi yang baik sebagai wujud syukur kepada-Mu, jauhkanlah kami dari penyimpangan akidah dalam melestarikannya, dan jadikanlah kearifan lokal ini sebagai jembatan yang mempersatukan umat lintas generasi. Amin.
[14082026]

@ Mind Therapy. Jl. Karya Sosial kompleks Bali Asri 2 F 18, Kota Baru, West Kalimantan
www.mhtindonesia.com

Advertisement Banner
Previous Post

Karya Tulis Ilmiah Hadist : Jembatan Komunikasi Islam Modern

Next Post

Merdeka dalam Iman, Rukun dalam Perbedaan

admin

admin

Next Post
Merdeka dalam Iman, Rukun dalam Perbedaan

Merdeka dalam Iman, Rukun dalam Perbedaan

Discussion about this post

Recommended

Giat Safari Ramadhan, Bupati Ketapang Komitmen Pembangunan Desa

Giat Safari Ramadhan, Bupati Ketapang Komitmen Pembangunan Desa

7 bulan ago
FKUB Kalbar Terima Kunjungan Silaturrahim SEMMI Kalbar

FKUB Kalbar Terima Kunjungan Silaturrahim SEMMI Kalbar

10 bulan ago

Don't Miss

ADIL KA’ TALINO, BACURAMIN KA’ SARUGA BASENGAT KA’ JUBATA; PERSPEKTIF ISLAM

ADIL KA’ TALINO, BACURAMIN KA’ SARUGA BASENGAT KA’ JUBATA; PERSPEKTIF ISLAM

September 13, 2026
FKUB Kubu Raya Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker, Wujud Kepedulian terhadap Kesehatan Masyarakat

FKUB Kubu Raya Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker, Wujud Kepedulian terhadap Kesehatan Masyarakat

September 12, 2026
Merusak Alam, Merusak Kemanusiaan: Dialog Lintas Iman Soroti Krisis Ekologis di Kalbar

Merusak Alam, Merusak Kemanusiaan: Dialog Lintas Iman Soroti Krisis Ekologis di Kalbar

Agustus 20, 2026
Merdeka dalam Iman, Rukun dalam Perbedaan

Merdeka dalam Iman, Rukun dalam Perbedaan

Agustus 17, 2026
Forum Kerukunan Umat Beragama Kalimantan Barat

@ 2020 Humas FKUB Kalimantan Barat

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah SIngkat
    • Visi Misi
    • Urgensi FKUB
    • Dasar Hukum
    • Tujuan dan Strategi
    • Program Kerja
    • Struktur Organisasi
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
      • Kabupaten Bengkayang
      • Kabupaten Kapuas Hulu
      • Kabupaten Kayong Utara
      • Kabupaten Ketapang
      • Kabupaten Kubu Raya
      • Kabupaten Landak
      • Kabupaten Melawi
      • Kabupaten Mempawah
      • Kabupaten Sambas
      • Kabupaten Sanggau
      • Kabupaten Sekadau
      • Kabupaten Sintang
      • Kota Pontianak
      • Kota SIngkawang
  • Mimbar Rohani
    • Islam
    • Kristen
    • Katholik
    • Hindu
    • Buddha
    • Konghuchu
  • Budaya
  • Opini
  • Galeri
    • Foto
    • Video

@ 2020 Humas FKUB Kalimantan Barat