SINTANG — fkub-kalbar.or.id, Tim Penelitian MoRA yang diketuai oleh Prof. Zaenuddin dari IAIN Pontianak, kembali menemukan hal-hal unik terkait dengan kerukunan umat beragama di Kabupaten Sintang. Di tengah keberagaman agama dan suku, semangat humanisme religius ditemukan bahwa Manusia di hadapan Tuhan adalah makhluk yang istimewa dan setara karena diciptakan segambar dengan Allah, sehingga tidak ada alasan untuk membeda-bedakan sesama berdasarkan agama, warna kulit, atau latar belakang sosial.
Dari dasar iman itu, kerja sama lintas agama dipandang bukan sekadar sikap sosial, melainkan wujud nyata iman yang hidup dalam relasi sehari-hari. Pdt. Ildus menegaskan bahwa relasi antarumat beragama harus dibangun lewat penghargaan, dialog, dan tindakan nyata, seperti saling membantu, berkunjung saat hari raya, serta terlibat dalam kegiatan sosial bersama. Ia juga menolak diskriminasi agama dan menilai pelayanan publik, pendidikan, serta kesehatan harus berlaku sama bagi semua warga tanpa pengecualian. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam mencegah konflik dengan cara menenangkan umat, menjaga komunikasi, dan tidak mudah terseret isu yang memecah belah.

Kerukunan di masyarakat majemuk, kata dia, tidak lahir dari slogan, melainkan dari kebiasaan sederhana yang terus dirawat, seperti gotong royong, arisan, dan kegiatan lingkungan yang melibatkan berbagai kalangan. Pendidikan toleransi sejak dini juga dinilai sangat penting agar anak-anak terbiasa menghargai perbedaan dan tumbuh sebagai pribadi yang peduli pada sesama. Dalam pandangan ini, toleransi bukan hanya urusan agama, tetapi juga kepedulian sosial yang memperkuat kebersamaan dan pembangunan masyarakat.
Selain menekankan harmoni sosial, narasumber juga mengingatkan pentingnya kerja sama ekonomi lintas agama sebagai bagian dari kehidupan bersama yang saling membutuhkan. Ia menilai, ketika toleransi terjaga, hubungan sosial menjadi lebih sehat dan aktivitas ekonomi pun ikut berkembang. Pesan penutupnya sederhana namun kuat: sesama manusia harus dipandang sebagai saudara dan sahabat, karena kasih tidak boleh dibatasi oleh perbedaan iman.







Discussion about this post