MELAWI – fkub-kalbar.or.id, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Melawi bersama para tokoh lintas agama, suku, dan organisasi masyarakat (ormas) mengambil langkah proaktif untuk meredam potensi konflik dan memperkuat harmoni sosial. Melalui sebuah Focus Group Discussion (FGD), mereka sepakat untuk tidak membiarkan gesekan kecil yang terjadi beberapa waktu lalu berlarut-larut.
Kegiatan yang berlangsung di Melawi pada Senin (6/5/2024) ini mengangkat tema “Silaturahmi tokoh lintas agama, suku, dan organisasi masyarakat dalam rangka penguatan toleransi guna meningkatkan kesatuan dan keharmonisan antar suku dan agama di wilayah Kabupaten Melawi”.
Plh. Ketua FKUB Kabupaten Melawi, H. Qomarul Khair, menegaskan bahwa tujuan utama FGD ini adalah untuk mempererat silaturahmi antar semua tokoh. “Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk menjaga dan merawat toleransi di Melawi agar semakin kuat,” ujarnya Senin, 6/5
Dalam acara tersebut, Kasat Binmas Polres Melawi, IPTU Sofian Efendi, yang hadir sebagai narasumber, memaparkan peran Polri dalam menjamin keharmonisan. Menurutnya, Polri bertindak sebagai katalisator untuk mendorong toleransi dan penetralisir perbedaan pendapat agar tidak menjadi konflik.
“Konflik horizontal dapat kita atasi ketika setiap warga masyarakat mengedepankan toleransi, menghargai perbedaan, dan mau menerima kemajemukan sebagai kenyataan dan rahmat Tuhan. Kunci dari upaya menghilangkan konflik adalah mau berdialog dan tetap memiliki semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Sofian.
Sebagai puncak acara, FKUB bersama seluruh tokoh yang hadir mendeklarasikan lima poin pernyataan sikap bersama, yaitu:
- Menjadikan Keberagaman Sebagai Perekat Bangsa: Menegaskan perbedaan yang ada di Melawi bukanlah sumber konflik, melainkan harmoni untuk saling melengkapi.
- Menolak Anarkisme dan Intoleransi: Mengecam keras segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu kerukunan dan persaudaraan.
- Mengutamakan Musyawarah: Bersedia mengambil keputusan secara adil dan tegas dengan cara duduk bersama untuk mengatasi setiap konflik atau ketegangan yang timbul.
- Menjadi Garda Terdepan Perdamaian: Siap menjaga kerukunan dengan menyebarkan pesan-pesan damai melalui berbagai media dan platform komunikasi.
- Mengajak Peran Aktif Masyarakat: Akan senantiasa memberikan edukasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Melawi dan Kalimantan Barat.
FGD ini dihadiri oleh 35 peserta dari berbagai kalangan dan menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Asisten II Setda Melawi Dr. P. R. Beni Rubin, Ketua Bamagnas Melawi Pdt. Paulus Timang M. Th, selain dari pihak Polres dan Ketua FKUB sendiri. (KBRRI)








Discussion about this post