Bengkayang – fkub-kalbar.or.id, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkayang menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang di Aula Rangkaya Lantai V Kantor Bupati Bengkayang, Senin (01/09).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, tersebut digelar dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di tengah gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua, Wakil Ketua, dan anggota DPRD Bengkayang, Kapolres Bengkayang, Dandim 1209 Bengkayang, Kajari Bengkayang, Ketua Pengadilan Negeri Bengkayang, Ketua Pengadilan Agama Bengkayang, sejumlah pejabat OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Bengkayang.
Dalam sambutannya, Syamsul Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir. Ia menegaskan tujuan rapat koordinasi ini adalah untuk menyerap aspirasi, kritik, dan masukan dari semua elemen masyarakat sekaligus memperkuat rasa persatuan, kerukunan, keamanan, dan ketertiban di Bengkayang.
“Mari kita utamakan dialog yang santun, ramah, dan penuh suasana kekeluargaan dalam penyampaian aspirasi maupun kritik, dibanding melakukan aksi demo yang berpotensi ditunggangi pihak tidak bertanggung jawab. Kondusifitas sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di Bengkayang, apalagi di tengah gelombang efisiensi negara saat ini,” ujar Syamsul Rizal.
Pada sesi penyampaian aspirasi, koordinator aksi gabungan organisasi masyarakat menyampaikan 10 poin tuntutan, di antaranya: menyikapi UU Perampasan Aset Koruptor, evaluasi satgas PKH untuk keadilan masyarakat, regulasi terkait PETI, penolakan kenaikan tunjangan DPR RI, klarifikasi kenaikan PBB, sosialisasi pembangunan PLTN di Bengkayang, keterlibatan ormas dalam kebijakan daerah, transparansi PAD, perbaikan layanan publik, hingga permintaan keberpihakan TNI-POLRI kepada masyarakat.
Sebagai penutup, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Bengkayang membacakan naskah deklarasi bersama seluruh elemen masyarakat, yang kemudian ditandatangani oleh perwakilan instansi dan organisasi sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban daerah.
Isi deklarasi bersama tersebut meliputi:
-
Sepakat mengutamakan persatuan, kedamaian, dan ketertiban di Kabupaten Bengkayang.
-
Sepakat bahwa penyampaian pendapat dilakukan secara damai, tertib, dan bermartabat.
-
Menolak segala bentuk provokasi, kekerasan, dan tindakan anarkis yang merugikan masyarakat serta mengganggu stabilitas daerah.
-
Sepakat bahwa perbedaan pendapat diselesaikan melalui musyawarah, dialog, dan kebersamaan.
-
Menyerukan seluruh masyarakat Bengkayang untuk tetap tenang, saling menghormati, dan menjaga keamanan demi terciptanya suasana yang aman, rukun, dan sejahtera.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, Pemerintah Daerah bersama seluruh elemen masyarakat berharap Bengkayang tetap dalam keadaan kondusif, aman, serta harmonis di tengah dinamika sosial politik yang berkembang.
(Kontributor: Tji Cin Med | Dokumentasi: Diduga Obe Gaate)






Discussion about this post