• Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah SIngkat
    • Visi Misi
    • Urgensi FKUB
    • Dasar Hukum
    • Tujuan dan Strategi
    • Program Kerja
    • Struktur Organisasi
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
      • Kabupaten Bengkayang
      • Kabupaten Kapuas Hulu
      • Kabupaten Kayong Utara
      • Kabupaten Ketapang
      • Kabupaten Kubu Raya
      • Kabupaten Landak
      • Kabupaten Melawi
      • Kabupaten Mempawah
      • Kabupaten Sambas
      • Kabupaten Sanggau
      • Kabupaten Sekadau
      • Kabupaten Sintang
      • Kota Pontianak
      • Kota SIngkawang
  • Mimbar Rohani
    • Islam
    • Kristen
    • Katholik
    • Hindu
    • Buddha
    • Konghuchu
  • Budaya
  • Opini
  • Galeri
    • Foto
    • Video
Selasa, Februari 17, 2026
Forum Kerukunan Umat Beragama Kalimantan Barat
Advertisement Banner
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah SIngkat
    • Visi Misi
    • Urgensi FKUB
    • Dasar Hukum
    • Tujuan dan Strategi
    • Program Kerja
    • Struktur Organisasi
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
      • Kabupaten Bengkayang
      • Kabupaten Kapuas Hulu
      • Kabupaten Kayong Utara
      • Kabupaten Ketapang
      • Kabupaten Kubu Raya
      • Kabupaten Landak
      • Kabupaten Melawi
      • Kabupaten Mempawah
      • Kabupaten Sambas
      • Kabupaten Sanggau
      • Kabupaten Sekadau
      • Kabupaten Sintang
      • Kota Pontianak
      • Kota SIngkawang
  • Mimbar Rohani
    • Islam
    • Kristen
    • Katholik
    • Hindu
    • Buddha
    • Konghuchu
  • Budaya
  • Opini
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah SIngkat
    • Visi Misi
    • Urgensi FKUB
    • Dasar Hukum
    • Tujuan dan Strategi
    • Program Kerja
    • Struktur Organisasi
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
      • Kabupaten Bengkayang
      • Kabupaten Kapuas Hulu
      • Kabupaten Kayong Utara
      • Kabupaten Ketapang
      • Kabupaten Kubu Raya
      • Kabupaten Landak
      • Kabupaten Melawi
      • Kabupaten Mempawah
      • Kabupaten Sambas
      • Kabupaten Sanggau
      • Kabupaten Sekadau
      • Kabupaten Sintang
      • Kota Pontianak
      • Kota SIngkawang
  • Mimbar Rohani
    • Islam
    • Kristen
    • Katholik
    • Hindu
    • Buddha
    • Konghuchu
  • Budaya
  • Opini
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Budaya

Perayaan Imlek Milik Siapa?

admin by admin
Februari 16, 2026
in Budaya, Opini
0
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis : Muhammad Nashir Syam,

Imlek atau Tahun Baru Cina merupakan salah satu perayaan budaya sekaligus keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Tionghoa. Bagi umat Khonghucu, Imlek adalah momentum spiritual untuk memperbarui diri, berbakti kepada leluhur, serta mempererat tali silaturahmi keluarga. Namun, dalam realitas sosial Indonesia, Imlek telah melampaui batas etnis dan agama. Kini, ia menjadi bagian dari identitas kebangsaan, sebuah perayaan yang dirasakan tidak hanya oleh komunitas Tionghoa, melainkan juga oleh masyarakat luas.

Pertanyaan “milik siapa Imlek?” sesungguhnya membuka ruang refleksi tentang makna kebudayaan dalam kehidupan bersama. Secara historis, Imlek memang berakar dari tradisi Tionghoa dan erat kaitannya dengan ajaran Khonghucu. Namun, melalui perjalanan sejarah yang panjang, terutama setelah pengakuan resmi pemerintah pada tahun 2000-an, Imlek menjelma menjadi simbol pluralisme Indonesia. Perayaan ini dirayakan di ruang publik, diterima sebagai hari libur nasional, dan disambut dengan sukacita lintas agama serta etnis.

Di balik gemerlap barongsai, kue keranjang, dan lampion merah, Imlek mengandung nilai-nilai luhur. Pertama, ia mengajarkan penghormatan kepada leluhur (xiao), yang selaras dengan ajaran agama-agama lain tentang pentingnya menghormati orang tua. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua (birrul walidain) menempati posisi mulia. Dalam Kristen, perintah kelima dalam Sepuluh Firman Allah adalah “Hormatilah ayah dan ibumu.” Dalam Hindu dan Buddha, hormat kepada orang tua merupakan bagian dari Dharma. Maka, nilai bakti yang dipraktikkan dalam Imlek bukanlah monopoli satu agama, melainkan warisan spiritual universal.

Kedua, Imlek menekankan pentingnya harmoni keluarga dan persaudaraan. Tradisi berkumpul bersama, saling memberi angpao, serta makan malam bersama keluarga besar bukan sekadar kebiasaan, tetapi cara merawat ikatan sosial. Nilai ini beresonansi dengan semangat ukhuwah dalam Islam, koinonia dalam Kristen, dan sangha dalam Buddha. Semua agama menekankan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri; kebahagiaan hanya bermakna bila dibagi dalam kebersamaan.

Ketiga, Imlek mengajarkan optimisme dan harapan. Simbol naga, warna merah, dan bunyi petasan merupakan lambang pengusir energi negatif dan penyambut datangnya keberuntungan. Namun di balik simbol itu, tersimpan filosofi universal: manusia perlu meninggalkan masa lalu yang kelam dan menatap masa depan dengan semangat baru. Bukankah dalam setiap agama kita diajarkan untuk selalu memperbarui diri? Islam mengenal konsep hijrah, Kristen mengenal metanoia (pertobatan), Buddha mengajarkan jalan tengah untuk meninggalkan penderitaan, sementara Hindu menekankan siklus samsara menuju kesempurnaan.

Dari perspektif kebangsaan, Imlek di Indonesia adalah cermin nyata dari Bhinneka Tunggal Ika. Ia menunjukkan bagaimana sebuah tradisi etnis dapat diterima sebagai bagian dari identitas nasional tanpa kehilangan akar spiritualnya. Imlek bukan sekadar milik umat Khonghucu atau etnis Tionghoa, tetapi juga milik bangsa Indonesia yang merayakan pluralitas sebagai kekayaan. Maka, Imlek adalah momentum bagi kita semua untuk merayakan keberagaman dengan semangat sukacita, bukan kecurigaan.

Lebih jauh lagi, Imlek memberi pesan bahwa agama dan budaya tidak boleh dipandang sebagai penghalang, melainkan sebagai jembatan. Dalam semangat Imlek, setiap orang. Apapun latar agamanya, diundang untuk merayakan kehidupan, menebar kebaikan, dan memperkuat persaudaraan. Maka, jawaban atas pertanyaan “milik siapa Imlek?” adalah: Imlek milik semua orang yang percaya bahwa kebersamaan, harapan, dan kebaikan adalah fondasi kehidupan.

(Dimuat dalam buku “Harmoni Semesta” .

Advertisement Banner
Previous Post

Libatkan FKUB Ketapang Tingkatkan Keamanan Kota

Next Post

FKUB Kalbar Keluarkan 5 Imbauan Jelang Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H

admin

admin

Next Post
FKUB Kalbar Keluarkan 5 Imbauan Jelang Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H

FKUB Kalbar Keluarkan 5 Imbauan Jelang Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H

Discussion about this post

Recommended

Ketua Bawaslu Kalbar: Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Pengawasandan Pencegahan Pemilu

Ketua Bawaslu Kalbar: Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Pengawasandan Pencegahan Pemilu

4 tahun ago
Universitas OSO Gelar Buka uasa Bersama, Hadirkan Tokoh Masyarakat Kalbar

Universitas OSO Gelar Buka uasa Bersama, Hadirkan Tokoh Masyarakat Kalbar

3 tahun ago

Don't Miss

FKUB Kalbar Keluarkan 5 Imbauan Jelang Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H

FKUB Kalbar Keluarkan 5 Imbauan Jelang Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H

Februari 17, 2026

Perayaan Imlek Milik Siapa?

Februari 16, 2026
Libatkan FKUB Ketapang Tingkatkan Keamanan Kota

Libatkan FKUB Ketapang Tingkatkan Keamanan Kota

Februari 14, 2026
Diplomasi Safrahan: Merajut Harmoni Melayu-Tionghoa di Atas Daun Pisang

Diplomasi Safrahan: Merajut Harmoni Melayu-Tionghoa di Atas Daun Pisang

Februari 13, 2026
Forum Kerukunan Umat Beragama Kalimantan Barat

@ 2020 Humas FKUB Kalimantan Barat

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah SIngkat
    • Visi Misi
    • Urgensi FKUB
    • Dasar Hukum
    • Tujuan dan Strategi
    • Program Kerja
    • Struktur Organisasi
  • Berita
    • Nasional
    • Daerah
      • Kabupaten Bengkayang
      • Kabupaten Kapuas Hulu
      • Kabupaten Kayong Utara
      • Kabupaten Ketapang
      • Kabupaten Kubu Raya
      • Kabupaten Landak
      • Kabupaten Melawi
      • Kabupaten Mempawah
      • Kabupaten Sambas
      • Kabupaten Sanggau
      • Kabupaten Sekadau
      • Kabupaten Sintang
      • Kota Pontianak
      • Kota SIngkawang
  • Mimbar Rohani
    • Islam
    • Kristen
    • Katholik
    • Hindu
    • Buddha
    • Konghuchu
  • Budaya
  • Opini
  • Galeri
    • Foto
    • Video

@ 2020 Humas FKUB Kalimantan Barat