Ketapang – fkub-kalbar.or.id, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ketapang kembali menggelar sosialisasi kerukunan umat beragama pada hari Rabu dan Kamis (15-16/4) . Kegiatan yang menjadi bagian dari program tahunan ini bertujuan untuk memantapkan dan menguatkan persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat yang beragama. Untuk kali ini sosialisasi difokusan di daerah perhuluan yakni Kecamatan Hulu Sungai dan Manais Mata.
Bertempat di Aula Kecamatan Hulu Sungai dan Manis Mata, acara ini dihadiri oleh jajaran forum komunikasi pimpinan kecamatan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan perangkat desa serta tim dari Kesbangpol dan seluruh jajaran FKUB Kabupaten Ketapang.
Analis Kebijakan Ahli Muda Kesbangpol Ketapang, Agus Rusman, S.Kom dalam sambutan pengantarnya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari program pembinaan dan penguatan ketahanan di bidang sosial dan budaya. Menurutnya, forum seperti FKUB bersama dengan forum yang lain dibawah binaan Kesbangpol lahir pada tahun 2006 sebagai respon atas maraknya konflik sosial pada masa itu.

“Fasilitiasi kerukunan umat beragama ini berada dalam program pebinaan dan penguatan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya. Kami dari Kesbangpol bersama FKUB mengadakan kegiatan ini setiap tahun di berbagai kecamatan sebagai langkah nyata menjaga kerukuanan dan ketuuhan bangsa serta kerukunan lintas agama dan etnis,” Ujar Agus Rusman.
Ketua FKUB Kabupaten Ketapang Drs. Heronimus Tanam, ME dalam arahannya menyampaikan persoalan krusial menyangkut implementasi SKB Dua Menteri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006, yang menurutnya regulasi ini bisa menjadi batu sandung bagi terciptanya kerukunan umat beragama, khususnya terkait dengan perizinan pebangunan tempat ibadah.
Kegiatan di dua kecamatan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Dan warga sangat antusias urutserta menghadiri bahkan banyak warga yang memberikan masukan dan saran kepada pemerintah dalam hal ini Kesbangpol dan juga kepada FKUB Kabupaten Ketapang. Warga perhuluan berharap agar pemerintah dan FKUB semakin sering turun ke bawah, agar merasakan secara langsung dinamika kehiduan keber-agamaan di daearh mereka. (MNS)







Discussion about this post