Pontianak – fkub-kalbar.or.id, Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Kalbar Pandita Rolink Kurniadi Darmara mengajak umat untuk terus berbuat kebajikan dan menumpuk ataupun mempersiapkan karma baik.
Walaupun memang dikatakannya, waisak tahun ini kedua kalinya masih dalam situasi pandemi, dirayakan dengan sangat terbatas, dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai imbauan dari Dirjen Bimas Buddha Kementrian Agama Republik Indonesia.
Untuk itu, ujar Pandita Rolink, majelis-majelis agama Buddha yang tergabung dalam perwakilan umat Buddha Indonesia bersepakat melaksanakan ritual untuk menyambut hari raya Tri Suci Waisak dengan tradisi dan tata cara sekte, aliran masing-masing.
Di dalam internal umat Buddha juga majemuk, agama Buddha harus dipahami tidak hanya terdiri satu aliran atau sekte. Secara garis besar ada tiga aliran yakni hinayana, mahayana dan tantrayana.
Sementara untuk majelis agama Buddha ditingkat nasional ada 25 majelis dan untuk di Kalbar ada 12 majelis.
Pada intinya, kata Pandita Rolink, Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa Agung Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencerahan sempurna, dan wafatnya sang Buddha yang terjadi dalam waktu yang bersamaan yakni pada bulan purnama sidhi
“Kalau relevansi dari makna Tri Suci Waisak sebenarnya adalah mengingatkan kita semua untuk tidak terikat pada hal-hal yang duniawi yang sifatnya tidak kekal, jadi segala sesuatu dalam kehidupan ini terus berubah, tidak ada yang kekal, tidak ada yang selamanya,” katanya, Rabu 26 Mei 2021.
“Oleh sebab itu, kehidupan kita di dunia ini, kita telah diberikan oleh Sang Buddha untuk berbuat kebajikan, menumpuk karma-karma baik, sebagai bekal kita mengarungi kehidupan, baik pada masa sekarang maupun akan datang,” tambahnya.
Dijelaskan Pandita Rolink, didalam keyakinan umat Buddha, bahwa kehidupan ini bukan hanya sekali ini saja, tapi akan terus berkelanjutan menembus tiga dimensi waktu.
Ada masa lampau, masa sekarang dan masa akan datang. Tiga dimensi waktu ini membawa satu hal yang pasti, yaitu karma baik.
“Kalau relevansi dari makna Tri Suci Waisak sebenarnya adalah mengingatkan kita semua untuk tidak terikat pada hal-hal yang duniawi yang sifatnya tidak kekal, jadi segala sesuatu dalam kehidupan ini terus berubah, tidak ada yang kekal, tidak ada yang selamanya,” katanya, Rabu 26 Mei 2021.
“Oleh sebab itu, kehidupan kita di dunia ini, kita telah diberikan oleh Sang Buddha untuk berbuat kebajikan, menumpuk karma-karma baik, sebagai bekal kita mengarungi kehidupan, baik pada masa sekarang maupun akan datang,” tambahnya.
Dijelaskan Pandita Rolink, didalam keyakinan umat Buddha, bahwa kehidupan ini bukan hanya sekali ini saja, tapi akan terus berkelanjutan menembus tiga dimensi waktu.
Ada masa lampau, masa sekarang dan masa akan datang. Tiga dimensi waktu ini membawa satu hal yang pasti, yaitu karma baik.
Lebih lanjut, sebagai Ketua Walubi Kalbar Pandita Rolink mengimbau dan mengajak seluruh umat Buddha Kalbar agar selalu berupaya, bekerjasama dengan berbagai pihak mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid 19.
“Kami sangat berharap seluruh umat Buddha bisa dengan tulus berdoa dan berupaya sesuai dengan kemampuannya masing-masing untuk bisa memutus mata rantai penyebaran covid 19 ini,” ajaknya.
“Disamping itu kami juga berharap umat Buddha untuk bersabar, tiba waktunya nanti pandemi covid 19 berakhir. Kita harus optimis dan yakin bahwa pandemi ini akan akan berakhir dan dikendalikan dengan baik,” tutupnya.
Untuk diketahui, Kalbar memiliki jumlah pemeluk agama Buddha yang signifikan. Dari seluruh Indonesia, Kalbar masuk ke dalam lima besar.
Sumber: Tribun Pontianak








Discussion about this post