Pontianak – fkub-kalbar.or.id, Dalam rangka memeriahkan suasana peringatan HUT ke-80 RI, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menggelar acara Kampanye Kerukunan Umat Beragama di Kanwil Kementerian Agama, Selasa, 19/8.
Acara tersebut dilaksanakan dalam beberapa rangkaian kegiatan silaturahmi antarpegawai di lingkungan Kementerian Agama dan pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang agama. Mulai dari senam kerukunan, ramah-tamah, hingga beberapa perlombaan pun diadakan dengan meriah dan penuh sukacita.

Hadir dalam acara tersebut semua jajaran pegawai Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, perwakilan Kementerian Agama Kota Pontianak, ketua majelis-majelis agama tingkat provinsi, serta Ketua FKUB Provinsi dan Ketua FKUB Kubu Raya.
Dalam sambutan ramah-tamahnya, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, Muhajirin Yanis, menjelaskan bahwa momentum perayaan HUT ke-80 RI ini ingin ia gunakan untuk meneguhkan silaturahmi, rasa persaudaraan, dan kebersamaan sebagai bentuk Kampanye Kerukunan Umat Beragama di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, ia mengundang semua pegawai Kemenag dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama merayakannya, dimulai dengan senam kerukunan hingga ramah-tamah dan perlombaan. “Kebersamaan ini harus selalu kita bangun bersama untuk mewujudkan kerukunan umat beragama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kalbar yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengaku senang dan berbahagia bisa mengikuti kegiatan Kampanye Kerukunan ini.
“Acara ini sangat bagus. Ini momen langka dan sangat berharga ketika kita semua bisa berkumpul bersama, senam bersama, sarapan bersama, bahkan bermain dan berlomba bersama serta bernyanyi dalam tawa canda kemeriahan suasana peringatan HUT ke-80 RI. Apresiasi untuk Pak Kanwil yang menginisiasi kegiatan ini,” ujar Prof. Ibrahim.
Lebih lanjut, Ibrahim juga memuji semangat kebersamaan dan silaturahmi yang terbangun dalam seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Suasana keakraban dan persahabatan sangat jelas terlihat di antara semua yang hadir, apa pun latar belakang sosial dan agamanya. “Suasana seperti ini sangat penting untuk terus dibangun ke depan,” pungkasnya.(red)








Discussion about this post