SINGKAWANG – fkub-kalbar.or.id, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ketapang mengadakan kunjungan silaturahmi ke FKUB Kota Singkawang, 24-26 November 2025. Rombongan dari Ketapang dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Ketapang Drs.Heronimus Tanam, ME beserta seluruh anggota perwakilan dari 6 agama. Membersamai kegiatan itu dari Kantor Kesbangpol yang diwakili oleh Kabid Yulia Ningsih dan dari Kementerian Agama oleh Kasubag TU Hamzah Saputra, S.Sos.I, M.E
Rombongan Ketapang disambut dengan hangat oleh Walikota Singkawang yang diwakili oleh Asisten bidang Pemerintahan Drs. Yulianus, M.T. Hadir dalam acara yang penuh dengan kehangatan itu seluruh anggota FKUB Singkawang, Kementerian Agama, Kesbangpol, tokoh agama dan toko adat.
Dalam paparan penyambutan, H.Azhari, S.Ag, M.Si selaku ketua FKUB Kota Singkawang menyampaikan selamat datang kepada para tamu, seraya berharap dengan kunjungan Silaturahmi ini terjalin semangat kekeluargaan dan kebersamaan lebih ditingkatkan.

Sementara itu Ketua FKUB Ketapang Drs.Heronimus Tanam, ME menyampaikan bahwa kunjungan dimaksudkan mengingat Kota Singkawang adalah ikon kota toleran, beberapa kali pemerintah pusat menetapkan Kota Singkawang sebagai Kota Toleran, karena penduduknya yang multietnis dan multi agama akan tetapi masyarakatnya rukun, damai dan harmonis.
“Kami ingin banyak belajar dari Singkawang terkait bagaimana mengelola perbedaan menjadi sebuah harmoni yang indah” Ujarnya.
Heronimus Tanam kemudian menyampaikan kondisi keberagaman di Ketapang, yang sejatinya hampir banyak kesamaan dengan keberagaman di Singkawang.
“Saya optimis sebenarnya keinginan Ketapang menjadi Kota Toleran pun bisa terwujud, asal ada kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen, sebagaimana yang dilakukan Singkawang ” tambahnya.
Sementara itu Walikota Singkawang yang diwakili oleh Asisten bidang Pemerintahan Drs. Yulianus, MT menyampaikan bahwa keberhasilan Kota Singkawang meraih predikat Kota Toleran merupakan capaian yang diraih dari perjalanan sejarah panjang Kota Singkawang. Dari semenjak sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Sambas, kemudian menjadi wilayah administratif sampai menjadi wilayah pemerintahan tersendiri, yaitu Kota Singkawang sejak 2001.
Kota Singkawang yang dikenal dengan “Hongkongnya Indonesia” tidak berlebihan karena etnis Tionghoa di sana sangat kuat, sehingga muncul slogan : “Tidayu” alias Tionghoa, Dayak dan Melayu ”
Dalam acara yang penuh dengan kekeluargaan dan kehangatan itu disampaikan pula sharing atau berbagi pengalaman, dari pihak Ketapang turut meminta masukan yang disampaikan oleh Kabid FKUB Kesbangpol dan dari Kemenag Ketapang. Sementara itu dari pihak Singkawang disampaikan oleh Kesbangpol Singkawang, pimpinan lembaga etnis, pemuda lintas agama dan beberapa tokoh budaya dan agama.
Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata mata dari kedua belah pihak. Kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 itu berakhir sampai pukul 12.00 wib.







Discussion about this post