Oleh: Bob Andrian
Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Pontianak
Bulan Puasa Adalah bulan peruh berkah dan kebaikan di dalamnya. Tidak hanya tentang Ibadah Pertikal (Conenctivitas Spiritual) tetapi juga tentang Ibadah Sosial (Connectivitas Sosial). Hal ini terkonfimrasi langsung dalam Ayat Puasa yang Populer selalu disampaikan oleh ‘alim ulama kita, da’I, mubalirgh dan asatidz dan lainnya, yaitu Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183-188, dimana puncaknya adalah agar Menjadi “Bertaqwa”. Hal ini tentunya merupakan keniscayaan bagi mereka yang beriman yaitu meningkatkan kualitas Conenctivitas Spiritual. Tetapi beda halnya dengan Connectivitas Sosial ini jarang dibahas dan disampaikan. Apa diantaranya? yaitu, ada kegembiraan yang apabila dimiliki oleh umat muslim yang beriman dan iya praktikan dengan sungguh-sungguh. Apalagi dibulan dibulan Ramadhan yang setiap amalan wajib akan dilipatgandakan kebaikannya oleh Allah SWT, dan amalan Sunnah akan dinilai senilai kebaikanya amalan wajib di bulan di luar Ramadhan. Termasuklah membahagian orang lain, seperti dikisahkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya oleh Para Shabat, tentang Amalah yang paling Afdhol, “Iyya Afdhallu A
Kabar Gembira itu sebagaimana pernah diriwayatakan oleh HR. Tabrani, bahwa Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa ada 4 Hal yang apabila di miliki oleh Ummat Muslim yang beriman, maka ia akan mendapatkan kebaikan tidak hanya di Dunia tetapi juga di akhirat.
أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَبَدَنًا عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرًا، وَزَوْجَةً لَا تَبْغِيهِ خَوْنًا فِي نَفْسِهَا وَلَا مَالِهِ
Artinya: Empat perkara, barangsiapa yang memilikinya, maka ia telah mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat: (1) Hati yang senantiasa bersyukur (2) Lisan yang selalu berzikir (3) Tubuh yang sabar atas ujian/musibah(4) Pasangan yang tidak berkhianat terhadap diri dan harta suaminya.” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir dan al-Awsath).
Dari Riwayat di atas dijelaskan bahwa ke emapt perkara yang menjadi kabar gembira apabila dimiliki oleh sorang muslim yang beriman akan mendapatkan kebaikan dunia dan di akhirat, diantaranya ialah: Pertama, Qolban Syakira (Hati yang Selalu Bersyukur), yaitu hamba yang selalu mensyukuri setiap nikmat yang telah Allah SWT berikan kepadanya, apakah nikmat sehat, nikmat sempat (waktu), nikmat Rahmat dan Rahim nya Allah SWT (Kasih dan Sayangnya), Nikamt Berkah Umurnya, dan semua nikmat-nikmat lainnya itu di syukuri. Kemudian apa bentuk Syukur itu, diantaranya minimal dengan penuh keyakinan melalui lisan kita mengucapkan “Alhamdulillah” Segala Pujian hanya Milik Allah SWT. Kemudian dari rasa Syukur itu diimplementasikan dalam bentuk amal keseharian, bentuknya bermacam-macam bisa sedekah berbagi atau bahkan sekedar membuat orang Bahagia, itu adalah bentuk rasa Syukur.
Kedua, Lisanun Dzakiran (Lisan yang yang banyak Berdzikir), bulan ramadhan adalah bulannya berdzikir, karena dibulan inilah Allah SWT dan RasullahNya memerintahkan untuk banyak berdzikir, hal ini dapat dimaknai dari perintah Ibadah yang memiliki keistimewaan dibulan ramdhan ini. Sebagiamana disebutukan dalam Al-Qur’an Surah Thaha Ayat 14, Innanī anallāhu lā ilāha illā ana fa‘budnī wa aqimiṣ-ṣalāta liżikrī. Serta hadist Nabi “Man Qoma Ramdhana, Imanan wahtisaban, ghafirallahu ma taqadama bin zambih” (HR. Muslim, No. 1262). Artinya Sholat Adalah bentuk dari Berdzikir kepada Allah SWT. Diantara bentuk dzikir Adalah Ketika melihat sesuai yang indah disunnahkan menyebutkan “Subhanallah”, Ketika mendapat Nikmat menyebut “Alhamdulillah”, Ketika beribadah didasari dengan “Laa Ilaha Illallah” karena “afdhallu dzikri fa’lam annahu laa ilaha illallah”, Kemudian ketika takjub akan keagungan Allah SWT disunnahkan untuk menyebut “Allahuakhbar”, jadi kalau di rangkai jadilah dzikir yang sering dibacakan dalam do’a, Subhanallah, Walhamdulillah wa laailahaillallah, wallahuakhbar.
Ketiga, Wabadan ‘alal bala’I shobiran (Badan yang kuat dalam menghadapi musibah), artinya fisik kuat yang dibulan Ramadhan dilatih dengan pola hidup sehat melalui puasa di bulan ramdahan. Sebagaimana pepatah mengatakan “Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat”.
Keempat, azwajun sholeh (pasangan yang sholeh), memiliki pasangan adalah salah satu ibadah terpanjang, besar jaminan di dalamnya. Jika tidak didasari dengan keimanan dan keshalehan maka ibadah ini bisa menjadi ujian dan cobaan dalam berkeluarga. Oleh sebab itu, memiliki pasangan yang Sholeh merupakan kebahagian dan keberkahan yang mahal harganya, karena akan menghadirkan keluarga yang Sakinah, mawaddah, dan warahmah. Demikian 4 perkara yang apabila dimiliki, akan mendapatkan kebaikan tidak hanya di dunia tetapi hingga ke akhirat. Wallahu’alam bissawab, Wallauhul muwafiq ila aqwamithoriq, wassalamu’alikum warrahmatullahi wabarokatuh.






Discussion about this post