BENGKAYANG – fkub-kalbar.or.id, Wakil Sekretaris/Bendahara, Tji Cin Med, B.CL., dan anggota pengurus dari agama Buddha, Wiyono, S.Pd.B., pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkayang menghadiri Pawai Cap Go Meh serta pelepasan Pawai Tatung Bengkayang Tahun 2026. Acara yang dilaksanakan di halaman Kelenteng Pe Kong, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat Tionghoa Bengkayang untuk memperingati Festival Cap Go Meh setiap tahunnya. Selasa, 3/3.
Dalam acara ini, Tji Cin Med, B.CL., selaku sekretaris panitia kegiatan juga bertindak sebagai master of ceremony (MC) atau pembawa acara pawai Cap Go Meh. Sementara itu, Wiyono, S.Pd.B., hadir sebagai perwakilan dari FKUB Kabupaten Bengkayang sekaligus memenuhi undangan sebagai Kasi Bimas Buddha Kantor Kemenag Bengkayang. Kehadiran anggota pengurus FKUB Kabupaten Bengkayang tersebut disambut dengan hangat oleh panitia perayaan dan masyarakat Bengkayang.
Wiyono juga mengungkapkan rasa senang dan bahagia bisa menghadiri acara akbar yang diselenggarakan masyarakat Tionghoa Bengkayang tersebut. “Kami sangat mendukung kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan budaya tersebut. Kami juga berharap perayaan Cap Go Meh tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses, serta dapat meningkatkan rasa kerukunan, menghargai keberagaman, dan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di mana negara kita mengakui keberagaman sebagai salah satu kekayaan bangsa yang harus kita rawat, jaga, dan kembangkan ke anak cucu kita,” ujarnya.
Pawai Cap Go Meh dan Pawai Tatung Bengkayang Tahun 2026 diikuti oleh lebih dari 100 orang tatung, yang terdiri dari 40 tatung yang beratraksi menggunakan tandu dan 89 tatung yang beratraksi dengan berjalan kaki. Festival tersebut dihadiri dan diikuti oleh segenap pejabat utama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang, pimpinan dan perwakilan dari Forkopimda, instansi swasta, pimpinan dan perwakilan Bank BNI, BRI, dan Bank Kalbar, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat sipil Bengkayang dan sekitarnya.
Pawai Tatung Bengkayang Tahun 2026 merupakan salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu dalam perayaan Cap Go Meh. Tatung adalah sebuah tradisi yang berasal dari Tiongkok, yang diyakini dapat mengusir roh jahat dan membawa keberkahan. Dalam pawai ini, peserta membawa rupang dewa-dewi menggunakan kendaraan roda empat berukuran besar mengelilingi semua ruas jalan, dan melakukan ritual-ritual yang terkait dengan tradisi ini.
Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang keberagaman budaya dan agama, serta mempromosikan toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang heterogen untuk memperkuat rasa saling menghargai dan mencintai perbedaan. Anggota pengurus FKUB Kabupaten Bengkayang tersebut juga mengajak masyarakat Bengkayang untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya yang ada di daerah ini. “Mari kita jaga dan lestarikan tradisi dan budaya kita, agar dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang,” katanya singkat. (Kontributor: Tji Cin Med, B.CL.)








Discussion about this post