Pontianak – fkub-kalbar.or.id, Menghadapi tingginya isu fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) resmi menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Barat. Sinergi lintas lembaga ini bertujuan memaksimalkan peran tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat melalui *Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)*.
Hal tersebut terungkap dalam silaturahmi perwakilan BKKBN Pusat dengan jajaran pengurus FKUB Kalbar yang berlangsung di Sekretariat FKUB Kalbar, Pontianak.Selasa, 7/4.
Perwakilan tim BKKBN, Esther, menyampaikan bahwa pendekatan keagamaan melalui tokoh umat sangat krusial untuk mengubah perilaku masyarakat terkait pola asuh dalam keluarga.
“Saat ini isu fatherless sedang tinggi, yakni ketiadaan peran ayah dalam pengasuhan. Kami ingin menggaungkan kembali bahwa peran ayah sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Dalam program GATI ini, kami ingin melibatkan tokoh agama karena nilai-nilai keagamaan dinilai paling efektif untuk menyentuh hati dan membentuk perilaku masyarakat,” ungkap Esther.
Lebih lanjut, BKKBN memaparkan bahwa Gerakan Ayah Teladan Indonesia memiliki tiga pilar program utama, yaitu:
* *Kompak Tenan:* Komunitas Penggiat Ayah Teladan.
* *Sebaya:* Sekolah Bersama Ayah.
* *Dekat:* Desa/Kelurahan Ayah Teladan.
Untuk mendukung gerakan ini, BKKBN juga telah menyusun enam modul peribadatan dari masing-masing agama yang bisa digunakan sebagai panduan oleh para pemuka agama.

Inisiatif BKKBN ini mendapat respons hangat dari Ketua FKUB Kalbar Prof.Dr.Ibrahim,MA Pihak FKUB menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan mengintegrasikan modul GATI ke dalam berbagai program kerja kerukunan yang sudah berjalan masif di Kalimantan Barat.
Ketua FKUB Kalbar Prof.Dr.Ibrahim,MA menuturkan bahwa forumnya memiliki struktur dan jaringan yang menjangkau hingga ke akar rumput, mulai dari 14 kabupaten/kota, kecamatan, hingga tingkat desa.
“Prinsipnya kami sangat terbuka. FKUB memiliki berbagai program yang bisa disinergikan, salah satunya silaturahmi kerukunan antar-majelis agama yang rutin diadakan setiap bulan. Kami juga memiliki program siniar (podcast) rutin yang tayang setiap Senin pagi, di mana perwakilan BKKBN nantinya bisa hadir untuk menyosialisasikan program ini secara langsung kepada masyarakat luas,” tegas Ketua FKUB Kalbar.
Ke depannya, FKUB dan BKKBN akan merumuskan program kerja nyata, termasuk pemanfaatan modul-modul GATI sebagai materi literasi kerukunan keluarga, bahan diskusi lintas agama, hingga integrasi ke dalam kurikulum sosialisasi di berbagai fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.
Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan figur ayah dapat kembali hadir secara utuh dalam keluarga, sehingga mampu menciptakan generasi muda Kalimantan Barat yang sejahtera secara lahir dan batin.
Dalam kesempatan tersebut pertemuan ini juga dihadiri oleh Wakil Bendahara FKUB Kalbar Putu DUpa Bandhem.( Red)








Discussion about this post