KETAPANG —fkub-kalbar.or.id, Kapolres Ketapang yang baru, AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ketapang, Kamis (8/10/).
Kunjungan yang berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB tersebut diikuti jajaran Polres Ketapang serta seluruh anggota FKUB yang mewakili enam unsur agama. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, kekeluargaan, dan penuh kehangatan tanpa seremoni maupun protokol yang kaku.

Ketua FKUB Kabupaten Ketapang, Drs. Heronimus Tanam, M.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi kehidupan keberagamaan di Kabupaten Ketapang secara umum cukup kondusif. Semangat keberagaman dan kehidupan antarumat beragama terus terpelihara di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, etnis, dan budaya yang beragam.
Namun demikian, menurut Heronimus, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama, salah satunya terkait perizinan pendirian rumah ibadah.
“Persoalan perizinan pendirian tempat ibadah masih menyisakan berbagai persoalan. Namun, potensi konflik tersebut selama ini terus kita minimalisir melalui komunikasi, dialog dan pendekatan persuasif,” ungkapnya.
Selain persoalan kerukunan, Ketua FKUB juga menyampaikan komitmen FKUB Ketapang untuk terus menguatkan ekoteologi sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekologis di Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, persoalan lingkungan, termasuk karhutla dan berbagai dampak ekologis yang dirasakan masyarakat, tidak semata-mata merupakan persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kesadaran moral dan keagamaan. Karena itu, FKUB berkomitmen menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai kekuatan bersama dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Heronimus juga menegaskan komitmen FKUB untuk terus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk Kepolisian Resor Ketapang.
Sementara itu, AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Ketapang.
Kapolres menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
Ia menyampaikan kesiapan Polres Ketapang untuk terus mengawal terciptanya suasana Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat yang aman, nyaman, serta mendukung terpeliharanya kerukunan umat beragama.
Dalam suasana dialog yang cair, sejumlah anggota FKUB juga menyampaikan berbagai sumbang saran terkait persoalan keumatan dan kemasyarakatan. Drs. Lukas Lawun dari unsur Katolik dan H. Almuhammad Yani, S.H., M.Kn., dari unsur Muslim antara lain menyampaikan sejumlah persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama, termasuk masih maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Ketapang.
Berbagai masukan tersebut disambut baik oleh Kapolres. Dialog pun berlangsung terbuka dan kekeluargaan, mencerminkan semangat membangun komunikasi antara aparat kepolisian dengan para tokoh agama.

Sebagai penutup, Ketua FKUB Ketapang menyerahkan sebuah buku berjudul Harmoni Semesta kepada Kapolres Ketapang. Buku tersebut merupakan karya M. Nashir Syam, penulis sekaligus anggota FKUB Ketapang yang selama ini aktif menyuarakan dan menyosialisasikan gagasan ekoteologi melalui berbagai kegiatan dan media massa.
Pemberian buku tersebut menjadi simbol kecil dari semangat FKUB untuk terus mengembangkan gagasan kerukunan yang tidak hanya berbicara tentang hubungan antarmanusia, tetapi juga tentang hubungan manusia dengan alam.
Usai kegiatan, silaturahmi dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan menu khas Ketapang, ketupat colet.
Kunjungan Kapolres Ketapang ke Sekretariat FKUB tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog bersama antara kepolisian dan para tokoh agama. Dari ruang sederhana itu, menguat satu pesan bersama: kerukunan, keamanan, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
(MNS).







Discussion about this post