Pontianak – fkub-kalbar.or.id, Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Pontianak, Pastor Fransiskus Yosnianto, OFMCap, menyoroti pentingnya dialog antaragama, khususnya antara Islam dan Katolik, dalam upaya membangun persaudaraan sejati. Hal ini disampaikannya dalam acara “Silaturahmi Kerukunan” yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Barat di Keuskupan Agung Pontianak, Rabu, 20/8. .
Dalam paparannya, Pastor Yosnianto menekankan bahwa Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sedunia, memberikan teladan luar biasa dalam memajukan dialog dengan dunia Islam. Menurutnya, Paus Fransiskus tidak hanya berbicara tentang toleransi, tetapi juga mendorong persahabatan dan persaudaraan yang konkret antarumat beragama.
Salah satu poin penting yang diangkat Pastor Yosnianto adalah pandangan Paus Fransiskus bahwa dialog bukan bertujuan untuk menghilangkan perbedaan, melainkan untuk saling memahami dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Ia mengutip upaya-upaya Paus Fransiskus dalam menjalin hubungan pribadi dengan para pemimpin Islam di berbagai belahan dunia sebagai bukti nyata komitmen Gereja Katolik terhadap dialog antaragama.
“Paus Fransiskus telah menunjukkan kepada kita semua bahwa dialog yang tulus dan terbuka adalah jalan menuju perdamaian. Beliau tidak ragu untuk merangkul saudara-saudari Muslim kita sebagai bagian dari keluarga besar umat manusia,” ujar Pastor Yosnianto.
Lebih lanjut, Vikjen Keuskupan Agung Pontianak ini mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat, untuk meneladani semangat yang ditunjukkan oleh Paus Fransiskus. Menurutnya, inisiatif-inisiatif seperti acara “Silaturahmi Kerukunan” yang digagas FKUB merupakan langkah krusial dalam merawat dan memperkuat kerukunan yang telah terjalin.
Acara ini merupakan bagian dari agenda rutin FKUB Kalimantan Barat dalam rangka mempererat tali silaturahmi antarumat beragama. (red)








Discussion about this post