MEMPAWAH – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mempawah dinilai bukan sekadar lembaga formal, melainkan wadah strategis yang menjadi tolak ukur dalam meredam potensi konflik sosial.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) FKUB bersama Kemenag dan Kesbangpol Kabupaten Mempawah, Senin (23/9). Kasubbag TU Kemenag Mempawah, Ishak, menyebut FKUB sebagai kunci stabilitas di masa-masa genting seperti Pilkada.
“Kemenag berkomitmen mendukung penuh FKUB. Sebagai fasilitator dialog lintas agama, FKUB mampu mendamaikan perbedaan dan menjaga suasana tetap kondusif,” tegas Ishak.
Tantangan Semakin Kompleks Sementara itu, Plt. Kabag Kesbangpol Mempawah, Bunjamin, menyoroti tantangan FKUB yang kian kompleks. Perbedaan pandangan politik di masyarakat memerlukan pengelolaan yang bijak agar tidak mencederai kerukunan.
“Rakor ini adalah momentum penting. Kami berharap FKUB terus berperan sebagai payung kerukunan umat beragama, menyatukan masyarakat di tengah dinamika politik,” tutur Bunjamin.
Menjawab tantangan tersebut, Wakil Ketua FKUB Mempawah, Iskandar Singodimejo, memastikan pihaknya telah menyiapkan strategi dan program kerja yang matang.
“Kami ingin memastikan FKUB bermanfaat bagi masyarakat luas. Fokus kami adalah menjaga keharmonisan dan perdamaian di Kabupaten Mempawah dengan tetap memegang teguh prinsip netralitas,” pungkas Iskandar. (PontianakPist)








Discussion about this post