Pontianak – fkub-kalbar.r.id, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat, Prof. Dr. Ibrahim, MA, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Harmonisasi Antar Umat Beragama yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Barat, pada Senin, 6/4.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Dharma Wanita Persatuan dengan Sinergi Cegah Paham Radikalisme dan Premanisme dalam Keluarga” tersebut dilaksanakan di Aula Garuda Gedung Pelayanan Terpadu Kantor Gubernur Kalbar, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Dalam paparannya, Prof. Ibrahim mengangkat topik “Membangun Jembatan Kolaborasi Antaragama dalam Memperkuat Nilai Keluarga dan Toleransi”. Ia menekankan bahwa kolaborasi keluarga dan agama merupakan fondasi penting dalam menjaga dan memperkuat kerukunan di Kalimantan Barat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun harmoni sosial. “Kerukunan umat beragama perlu dijaga secara berkelanjutan melalui kolaborasi yang inklusif dan dialog yang konstruktif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Ibrahim juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah masuknya paham radikalisme dan premanisme. Menurutnya, komunikasi yang baik dan terbuka dalam keluarga sangat penting guna mengawasi pergaulan anak, memastikan interaksi dan komunikasi sosial mereka tidak terpapar faham pengaruh negatif.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki posisi strategis sebagai wadah kolaborasi bagi FKUB Kalbar dalam menjaga dan merawat kerukunan, mengingat wujudnya keragaman agama di dalamnya. Melalui kolaborasi ini pula DWP bisa mempelopori penguatan nilai-nilai toleransi dan moderasi dalam keluarga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Kalimantan Barat semakin memiliki kafasitas diri dan organisasi dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan premanisme, khususnya di lingkungan keluarga, sekaligus memperkuat sinergi-kolaborasi dalam menjaga harmonisasi umat beragama di Kalimantan Barat.








Discussion about this post