Pontianak – fkub-kalbar.or.id, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Manto, M.Si, menjadi salah satu pembicara utama dalam Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Acara yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Rabu, 27/8, ini menjadi wadah penting untuk membahas strategi menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Dalam paparannya, Drs. Manto, M.Si, menyoroti beberapa poin krusial terkait kondisi dan tantangan kerukunan di Kalimantan Barat. Ia mengingatkan bahwa secara historis, bahkan sejak sebelum era kolonialisme, Kalimantan Barat memiliki potensi kerawanan konflik yang besar. Menurutnya, pihak kolonial di masa lalu kerap memanfaatkan keberagaman etnis dan agama untuk memecah belah masyarakat.
Meskipun demikian, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif masyarakat dan para tokoh. “Berkat peran aktif masyarakat dan tokoh-tokoh, Kalimantan Barat berhasil mencegah konflik besar selama lebih dari 20 tahun,” ujarnya. Ia menyebut para tokoh masyarakat dan anggota FKUB sebagai “influencer perdamaian” yang tak ragu turun langsung ke lapangan untuk mengelola perbedaan agar tidak menimbulkan gesekan fisik.
Upaya ini membuahkan hasil positif yang tercermin dari Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di Kalbar yang terus meningkat. Pada tahun 2023, indeks mencapai 77,61 dan naik menjadi 79,01 pada tahun 2024. “Untuk tahun 2025, target nasional adalah 78, dan kami optimis target tersebut dapat terlampaui,” ungkap Manto dengan optimis.
Namun, tantangan ke depan dinilai semakin berat, terutama dengan masifnya penyebaran informasi di media sosial. Ia menegaskan bahwa banyak berita atau konten yang beredar seringkali dibumbui oleh kepentingan tertentu yang berpotensi memicu konflik. “Konten-konten provokatif tersebut telah banyak kami turunkan untuk mencegah penyebaran dan gesekan di masyarakat,” jelasnya, seraya menekankan perlunya langkah konkret untuk menangani disinformasi di dunia maya.
Di akhir paparannya, Drs. Manto, M.Si, berharap kegiatan rapat koordinasi ini dapat menghasilkan sebuah rencana aksi yang efektif untuk mewujudkan dan menjaga harmoni yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.








Discussion about this post