BENGKAYANG – fkub-kalbar.or.id, Wakil Sekretaris merangkap Bendahara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkayang, Tji Cin Med, B.C.L., beserta anggota pengurus perwakilan agama Buddha, Wiyono, S.Pd.B., menghadiri acara Imlek Bersama di SMAN 1 Bengkayang yang digelar pada Rabu pagi, 25/2.
Acara Imlek Bersama ini merupakan salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Bengkayang untuk memperkenalkan budaya turun-temurun warga Tionghoa kepada seluruh siswa-siswi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kohesi sosial melalui pendekatan budaya. Diselenggarakannya Imlek Bersama selama beberapa tahun belakangan menunjukkan bahwa SMAN 1 Bengkayang, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Sri Yanti, S.Pd., M.Pd., sedang mengimplementasikan konsep “Kebersamaan dalam Keberagaman” dari sekadar gagasan menjadi praktik nyata dan partisipatif.
Dalam acara tersebut, pengurus FKUB Kabupaten Bengkayang disambut hangat oleh kepala sekolah dan dewan guru SMAN 1 Bengkayang. Para tamu undangan juga disuguhi atraksi memukau dari tarian barongsai dan naga, serta penampilan tari luar biasa persembahan dari siswa-siswi SMAN 1 Bengkayang.
Kepala SMAN 1 Bengkayang, Sri Yanti, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas persiapan matang dari panitia penyelenggara sehingga acara dapat berjalan dengan sangat baik. Ia juga menyapa dengan hangat kehadiran para tamu undangan, yakni Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Bengkayang, Yakobus Niron; Kasi Bimas Buddha Kantor Kemenag Bengkayang sekaligus anggota pengurus FKUB Kabupaten Bengkayang, Wiyono, S.Pd.B.; Sekretaris Yayasan Vihara Aryamarama Bengkayang sekaligus Sekretaris Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh Bengkayang Tahun 2026, Tji Cin Med, B.C.L.; serta Guru Agama Buddha, Eko Supriyatno, S.Pd.B.
“Ketika perayaan Imlek Bersama menjadi sebuah festival yang dapat dipahami dan diikuti oleh seluruh anak-anak sekolah dari berbagai latar belakang agama, budaya, etnis, dan lainnya, pesan yang disampaikan bukan hanya sekadar suasana perayaan, melainkan juga ikatan emosional lintas budaya. Oleh sebab itu, perayaan Imlek Bersama yang menjadi agenda tahunan ini tidak terbatas di tahun 2026 maupun tahun-tahun sebelumnya saja. Hal ini merupakan sinyal jangka panjang bahwa seluruh pihak SMAN 1 Bengkayang—mulai dari Kepala Sekolah, Dewan Guru, Komite Sekolah, Pengurus OSIS, hingga siswa-siswinya—semakin matang dalam memahami dan mengelola keberagaman budaya melalui perayaan Imlek dan Cap Go Meh,” ujar Sri Yanti sembari menabuh genderang sebagai tanda dibukanya acara.
Acara Imlek Bersama yang berlangsung dengan hangat dan meriah tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama. Sesi ini diikuti oleh Kepala Sekolah beserta seluruh dewan guru yang kompak mengenakan pakaian bernuansa merah khas Imlek, Ketua Komite, para tamu undangan, dan seluruh anggota panitia kegiatan.
(Kontributor: Tji Cin Med, B.C.L.)








Discussion about this post