Pontianak – fkub-kalbar.or.id, Setiap kita yang berbeda etnik, asal daerah, sebagai laki-laki atau perempuan pada dasar bukanlah pilihan kita. Tapi kehendak Tuhan yang menciptakan berbeda. Sebab kita tidak pernah bisa meminta terlahir sebagai apa dan siapa.
”Karena itu perbedaan harus kita terima dengan lapang dada dan penuh rasa syukur sebagai satu pemberian yang Mahakuasa. Demikian pernyataan ketua FKUB Kalbar saat menjadi Narasumber pada acara FGD konsolidasi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pemuda Dayak Kalbar pada Jum’at 5/9, di Hotel Ibis Pontianak.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalbar H. Ria. Dalam sambutan dan arahan pembukanya, Gubernur menyampaikan rasa bangga dan terimakasih atas inisiatif Pemuda Dayak Kalbar untuk menyelenggarakan FGD kebangsaan ini. “Atas nama pemerintah provinsi kami mendukung dan menyambut baik acara ini”, tegas Norsan.

Dalam sambutannya, Ketua Pemuda Dayak Kalbar Lino mengatakan bahwa FGD ini diselenggarakan sebagai satu bentuk kepedulian Pemuda Dayak Kalbar dalam menyikapi situasi terkini di tanah air, terutama di Kalimantan Barat, jelasnya.
Sebagai narasumber hadir Ketua FKUB Kalbar, Kapolda Kalbar yang diwakili Kasubdit 3 Dirintelkam Abdul Malik, serta Pengamat politik dari Untan Pontianak Dr. Jumadi.
Hadir sebagai peserta FGD ini utusan dari organisasi kepemudaan lintas etnik dan agama, serta organisasi kemahasiswaan di Kalimantan Barat.
Dalam paparan materinya, ketua FKUB Kalbar menegaskan bahwa realitas perbedaan dan keragaman itulah yang mengharuskan setiap kita harus bertoleransi dengan saling menghormati, menghargai dan memahami satu sama lain, tidak boleh memaksakan kehendak. Apalagi membenci orang lain hanya karena perbedaan.
“Perbedaan kita sesungguhnya adalah anugerah. Dengan semua perbedaan kita, disitu ada potensi dan kekuatan masing-masing yang harus disinergikan sebagai modal sosial dalam membangun bangsa dan daerah Kalimantan Barat ini menjadi lebih, harmoni dan maju”. tegas Guru Besar Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam dan Antar Budaya IAIN Pontianak ini.
Lebih lanjut Ibrahim menegaskan bahwa FGD konsolidasi Kebangsaan ini menjadi satu kegiatan yang sangat penting artinya dalam upaya merawat persatuan dan kesatuan kita, menjaga kondusifitas dan harmonisasi dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Barat yang memang beragam etnik, agama dan budayanya.
Karena pada prinsipnya kita tidak mungkin bisa bekerja sendiri, berjuang dan membangun daerah ini sendiri tampa melibatkan semua unsur yang ada. Justru kita harus bersama-sama, bekerjasama dalam sebuah kolaborasi yang kuat dan bersinergi antar semua kelompok etnik, agama, dan semua elemen bangsa. Perkuat Toleransi untuk Membangun Kalimantan Barat – Indonesia maju dan harmoni. Tegasnya mengakhiri diskusi.








Discussion about this post