Oleh:Dr H. Miskari, Lc,M.H.I
Pengurus FKUB Kalimantan Barat
Rasulullah Muhammad SAW merupakan inspirator dan motivator tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Sebagai qudwah atau teladan, segala hal yang beliau praktikkan selama di Mekah dan Madinah perlu diikuti oleh umatnya untuk mewujudkan sebuah negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, sebagaimana dicontohkan oleh negara Madinah.
Kondisi Madinah pada masa itu tidak jauh berbeda dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang majemuk karena terdiri atas berbagai suku, adat, tradisi, dan agama. Meskipun demikian, masyarakatnya dapat hidup dengan makmur dan rukun. Keadaan ideal inilah yang mendorong Ibnu Farabi menyebutnya sebagai negara sempurna (al-madinah al-kamilah). Bahkan, para peneliti Barat mengakui bahwa hingga kini, belum ada negara yang mampu menandingi kedamaian, keamanan, dan ketenteraman Madinah di masa itu.
Untuk menciptakan kondisi tersebut, Rasulullah SAW melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, beliau menyatukan dan mempersaudarakan kaum Muhajirin (pendatang dari Mekah) dengan kaum Anshar (penduduk asli Madinah) dalam ikatan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Kedua, beliau mempersatukan umat Islam dengan kaum nonmuslim—seperti Yahudi, Nasrani, dan Majusi—melalui semangat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan). Hal ini bertujuan agar Madinah menjadi negara milik bersama, bukan hanya milik umat Islam, seperti yang ditegaskan dalam Piagam Madinah. Prinsip toleransi antarumat beragama inilah yang menjadi fondasi perdamaian. Meskipun Islam menjadi agama mayoritas dan memegang tampuk kekuasaan, tidak pernah ada pemaksaan keyakinan terhadap penganut agama lain.
Oleh karena itu, jika bangsa Indonesia ingin meraih cita-cita menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, semangat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah harus senantiasa digelorakan. Sebagai mayoritas, umat Islam hendaknya berperan sebagai pengayom, bukan penguasa yang memaksakan kehendak. Dengan menghidupkan nilai-nilai persaudaraan dan toleransi yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bangsa ini akan menjadi semakin kuat, damai, dan sejahtera.








Discussion about this post