Pontianak – fkub-kalbar.or.id, Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menggelar Dialog kerukunan umat beragama dan Moderasi Beragama hari Kamis, 30/10 di Hotel Orchardz Jl. Gajah Mada Pontianak.
Dialog ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. KH. Wajidi Sayadi, M.Ag (Wakil Ketua umum MUI Kalimantan Barat), dan Prof. Dr. Ibrahim, MA (ketua FKUB Kalimantan Barat). Sedangkan peserta dalam dialog ini adalah utusan dari Organisasi Kemasyarakat dan Keislaman yang ada di Kota Pontianak.
Dalam paparan materinya, Ketua FKUB Kalbar menegaskan bahwa kerukunan dan moderasi sama-sama berangkat dari realitas yang sama, yakni keragaman dan perbedaan. Bahwa keragaman dan perbedaan seringkali ditempatkan sebagai kambing hitam yang menyeret umat pada ketidak-rukunan dan konflik. Lantas, benarkah keragaman dan perbedaan yang menyebabkan konflik? Atau jsutru kegagalan kita manusia memahami dan menempatkan keragaman dan perbedaan itulah sesungguhnya yang memicu konflik antarumat? Tanya Ibrahim dengan kritis.
Padahal menurutnya, keragaman dan perbedaan adalah realitas yang tak terelakkan. Ia adalah anugerah atau pemberian Tuhan, kehendak Tuhan yang menciptakan kita berbeda. Karena satu-satu sikap kita adalah menerimanya dengan lapang dada. Berupa saling memahami, memahami dan mengenal satu sama lain perbedaan. Dengan begitu perbedaan akan menjadi indah. Perbedaan akan menjadi kekuatan untuk membangun harmonisasi, Ujar Guru Besar IAIN Pontianak.
Dialog Kerukunan umat beragama dan Moderasi ini pada dasarnya merupakan satu upaya bersama untuk mewujudkan harmoni antar umat beragama di Kalimantan Barat, satu kondisi dimana semua penganut agama bisa hidup berdampingan dengan damai, saling mengerti, memahami, dan menghargai satu sama lain, apapun perbedaan agama dan keyakinannya. “Mari kita semua perkuat komitmen bersama untuk mewujudkan harmoni umat beragama di Kalimantan Barat hari ini hingga kapanpun” ajak Ketua FKUB Kalbar mengakhir paparan materinya.








Discussion about this post