Pontianak – fkub-kalbar.or.id, Penguatan moderasi beragama di sekolah menjadi sangat penting mengingat masih maraknya perilaku intoleransi di berbagai tempat di Tanah Air, termasuk institusi pendidikan. Demikian pernyataan Ketua FKUB Kalbar saat memberikan materi dalam kegiatan Rakor Penguatan Kualifikasi Guru PAI yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Selasa, 9/12.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula MTsN 2 Pontianak ini diikuti oleh lebih kurang 60 peserta yang terdiri atas guru-guru Pendidikan Agama Islam se-Kota Pontianak.
Dalam kesempatan memaparkan materinya, Ketua FKUB Kalbar berpesan kepada para guru PAI untuk terus berkiprah positif dalam penguatan moderasi beragama di sekolah.
“Pastikan anak didik kita terbebas dari pengaruh paham radikal ekstrem, sikap-sikap intoleransi, dan eksklusif dalam beragama dan interaksi sosial,” harapnya.
Ibrahim juga berpesan agar guru-guru PAI senantiasa menjadikan prinsip moderasi beragama sebagai satu muatan penting dalam pembelajaran agama di kelas.
“Pastikan semakin banyak pemahaman keagamaan yang diajarkan, semakin membentuk pribadi yang toleran dan moderat pada anak-anak kita,” pintanya.
Selain itu, guru PAI juga diharapkan mampu menjadi teladan hidup yang moderat di hadapan para peserta didiknya, pesan Guru Besar Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Pontianak ini.
Sementara itu, Kabid PAPKIS Kanwil Kementerian Agama, Drs. H. Nahruji, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari beberapa seri tahapan kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi guru PAI yang telah diselenggarakan sepanjang tahun 2025.








Discussion about this post