Ketapang – fkub-kalbar.or.id, Tim Verifikasi FKUB Ketapang dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Drs. Heronimus Tanam, M.E mengunjungi pembangunan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Ebenhaezer yang berlokasi di Jalan Lingkar Kota Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan Ketapang.
Tim yang menyertai ketua adalah Pdt. Jantje Abidano, S.Th (Kristen), Pandita Lui Bunsui (Buddha) dan M. Nashir Syam (Islam). Rombongan disambut pimpinan gereja dan pejabat dari kelurahan.
Pimpinan GPIB Ebenhaezer Pendeta Christian Talutu mengemukakan bahwa pembangunan gereja Protestan itu pada dasarnya adalah relokasi dari GPIB yang telah ada di jalan M.Thohir, karena lokasi di kawasan padat pemukiman sementara jemaatnya bertambah maka dibangunlah di lokasi baru di jalan Lingkar Kota.
Pendeta Christian Talutu menjelaskan bahwa GPIB Ebenhaezer dibangun sejak 2020 atau 2021 dimulai dengan fase pembebasan lahan, kemudian barulah di tahun 2023 pemasangan fondasi dan tiang-tiang. Apabila tidak ada kendala, kemungkinan bisa dioperasionalkan sekitar tahun 2027. Ia berharap kelak GPIB Ebenhaezer ini bukan hanya sebatas tempat ibadah saja, tapi sekaligus bisa sebagai ikon umat Protestan Ketapang, “semacam Masjid Agung Al-Ikhlas yang menjadi ikon umat Islam Ketapang” selorohnya.

Ia berencana nantinya akan diadakan kegiatan ibadah setiap hari Minggu untuk umum, membuka pula khusus pelayanan anak-anak dan ibadah persekutuan taruna (pemuda).
Tempat ibadah umat Protestan itu dibangun di atas lahan seluas 12.490 meter persegi, kelak memiliki perkantoran dan tempat parkir yang sangat representatif. Diperkirakan mampu menampung 1000 jemaat.
Dalam kesempatan itu Ketua FKUB Ketapang Drs. Heronimus Tanam ME berharap pembangunan gereja ini tidak ada kendala apapun, masyarakat sekitar dapat menerima keberadaannya dan kerukunan tetap terjaga dengan baik. Terlebih di kawasan lokasi Jalan Lingkar Kota sudah ada beberapa tempat ibadah agama lain dan juga rumah-rumah adat.
Menutup bincang-bincang dengan tim media FKUB, pimpinan GPIB Ebenhaezer Pendeta Christian Talutu menyampaikan bahwa jemaatnya berasal dari beberapa kecamatan di luar Kecamatan Delta Pawan, termasuk Kecamatan Sungai Melayu, Kendawangan bahkan Kayong Utara. (MNS)







Discussion about this post