KUBU RAYA – fkub-kalbar.or.id, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kalimantan Barat secara resmi menggelar kegiatan Pembinaan Pemangku, Sarati, dan Generasi Muda Hindu se-Kalimantan Barat Tahun 2026. Acara yang bertujuan untuk memperkokoh fondasi spiritual umat di akar rumput ini dipusatkan di Sanggraha Wiguna PHDI Kalbar, Kompleks Pura Giri Pati Mulawarman, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, dan berlangsung dari tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Acara pembukaan yang diselenggarakan pada Kamis (30/7) berlangsung khidmat. Diawali dengan doa bersama yang dipandu oleh Wayan Selamat, S.Pd., acara ini turut dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, Kanwil Kemenag, jajaran kepolisian, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar, hingga aparatur desa setempat.
Mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Dr. Hatta dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalbar secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pembinaan ini.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkokoh fondasi spiritual, melestarikan tradisi, serta menyiapkan generasi muda Hindu di masa depan,” ujar Dr. Hatta.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kematangan moralitas dan spiritual. Pemerintah daerah berharap generasi muda Hindu dapat mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana—keharmonisan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan—sehingga menjadi motor penggerak toleransi dan kerukunan beragama di Indonesia.
Apresiasi Sinergitas dan Toleransi di Akar Rumput
Ketua PHDI Provinsi Kalimantan Barat sekaligus ketua penyelenggara, Ida Shri Rsi Dukuh Putra Bandem Kepakisan, dalam laporannya menyoroti tingginya nilai toleransi yang telah terjalin dengan pemerintah di tingkat desa. Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Sungai Raya yang hadir langsung dalam pembukaan.
“Beliau adalah bapak desa yang tidak membeda-bedakan keyakinan warganya. Dana pembinaan dari desa yang dibantu dua tahun lalu sebesar lima juta rupiah, kini wujudnya bisa mencapai nilai 5,5 juta rupiah. Ini adalah bukti nyata dana dikelola dengan baik untuk umat,” ungkap Ida Shri Rsi.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi kebutuhan umat, mulai dari para Pemangku (pemimpin upacara agama), Sarati (ahli pembuat sarana upacara/banten), hingga generasi muda sebagai penerus bangsa.
Ia mengingatkan pentingnya menyeimbangkan kewajiban, baik mematuhi aturan agama (Dharma Agama) maupun aturan negara (Dharma Negara). “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus bisa beradaptasi, harmonis, dan patuh terhadap regulasi yang dikeluarkan pemerintah daerah demi kemajuan bersama,” tambahnya.








Discussion about this post