PONTIANAK – fkub-kalbar.or.id, Komite Intelijen Daerah (Kominda) bersama Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (24/2). Kegiatan ini secara khusus membahas langkah deteksi dini dan pencegahan potensi gesekan horizontal, menyusul beririsannya jadwal perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret mendatang dengan pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua I Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalbar, Pdt. Dr. Paulus Ajong, M.Th. Mewakili Ketua FKUB Kalbar Prof. Dr. Ibrahim yang berhalangan hadir, Pdt. Paulus Ajong menekankan pentingnya komunikasi dan sinkronisasi lintas sektor untuk menjaga kondusifitas masyarakat.
Dalam paparannya, Pdt. Paulus Ajong menggarisbawahi dua gagasan utama yang perlu segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait:

1. Komunikasi Lintas Stakeholder
Komunikasi yang intensif harus dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman antar-pihak, sekaligus untuk merumuskan dan memberikan panduan yang jelas kepada masyarakat terkait tata cara perayaan Cap Go Meh di tengah suasana Ramadhan.
2. Sinkronisasi Waktu dan Lokasi Kegiatan
Pdt. Paulus Ajong mendorong adanya penyatuan langkah antara pemerintah daerah, Panitia Cap Go Meh, pengurus masjid, pimpinan majelis keagamaan, serta tokoh masyarakat dan pemuda. “Perlu ada kesepakatan bersama terkait waktu, lokasi, dan jenis kegiatan agar tidak terjadi benturan jadwal atau keramaian di titik lokasi yang sama,” tegasnya.
Sebagai upaya preventif yang berkelanjutan, Pdt. Paulus Ajong juga memaparkan 5 Poin Imbauan FKUB Kalbar yang ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat:
- Mengajak semua umat beragama untuk bersungguh-sungguh memahami dan menjalankan ajaran agama yang diyakininya dengan baik.
- Senantiasa menjaga kondusifitas hubungan antar-agama dan antar-umat beragama di wilayah Kalimantan Barat.
- Mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan agama maupun perayaan keagamaan.
- Bersama-sama menjaga keamanan, kerukunan, dan harmonisasi di tengah kehidupan bermasyarakat.
- Senantiasa mengutamakan kepentingan umum dan kebaikan bersama demi terwujudnya kedamaian dan kerukunan di Kalimantan Barat.
Di awal sesinya, Pdt. Paulus Ajong tak lupa menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Islam yang hadir. Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur intelijen daerah dan tokoh agama ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang hangat, dan ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama untuk mempererat tali silaturahmi.








Discussion about this post