BENGKAYANG – fkub-kalbar.or.id, Pengurus Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Bengkayang periode 2026–2031 resmi dilantik pada Sabtu (24/10/). Prosesi pengukuhan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai ini digelar di Rumah Adat Dayak Ramin Bantang, Jalan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.
Kepengurusan P2D Kabupaten Bengkayang masa bakti lima tahun ke depan ini dipimpin oleh anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Neneng, S.Sos., M.Sos. Jajaran pengurus dikukuhkan secara langsung oleh Ketua DPD P2D Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Fransiska Editawaty Soeryamassoeka. Pelantikan ini sekaligus menjadi tonggak pengaktifan kembali P2D Kabupaten Bengkayang yang sebelumnya telah berdiri sejak 2016 namun sempat mengalami kevakuman.
Mengusung tema “Peran Perempuan Dayak Dalam Peradaban”, P2D Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara di segala lini, khususnya melalui pemberdayaan kaum perempuan di Kabupaten Bengkayang.
Tiga Fokus Program Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi
Dalam sambutannya, Ketua P2D Kabupaten Bengkayang terpilih, Neneng, menegaskan bahwa sumpah dan janji pelantikan tidak boleh berhenti sebatas seremonial, melainkan harus diwujudkan lewat program kerja nyata. Ia mengajak seluruh perempuan Dayak lintas sub-etnis di Kabupaten Bengkayang untuk bersatu, percaya diri, dan bangkit mengambil peran strategis.
“Perempuan-perempuan Dayak yang ada di Kabupaten Bengkayang harus bangkit dan berani menunjukkan kemampuan. Kita harus membuktikan bahwa perempuan mampu berperan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan daerah,” ujar Neneng.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Neneng memaparkan tiga fokus utama program kerja P2D Kabupaten Bengkayang ke depan:
- Menciptakan perempuan Dayak yang kreatif dan inovatif dalam membaca serta menciptakan peluang baru di tengah masyarakat.
- Melestarikan dan membudayakan bahasa ibu agar identitas budaya tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah arus perkembangan zaman.
- Mengembangkan kapasitas dan keterampilan ekonomi perempuan di seluruh wilayah Kabupaten Bengkayang agar mampu mandiri serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Perkuat Sinergi Lintas Elemen dan Kerukunan Daerah
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan. Bupati Bengkayang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkayang, Drs. Antonius Freddy Romy, M.Si., beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Hadir pula jajaran Forkopimda atau yang mewakili—termasuk perwakilan Polres Bengkayang, Kodim 1209/Bengkayang, dan Lanud Harry Hadisoemantri—serta Bupati Bengkayang periode sebelumnya, Suryaman Gidot, M.Pd. Dari unsur lembaga adat dan kerukunan, tampak hadir Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat Kornelius Kimha, M.Si., Ketua DAD Kabupaten Bengkayang Martinus Kajot, S.M., perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), serta Pdt. Aibens Warauw yang mewakili Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkayang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga tuntas.
Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat, Kornelius Kimha, dalam pesannya mengingatkan agar P2D Kabupaten Bengkayang senantiasa menjalin kemitraan yang erat dengan Pemerintah Daerah untuk bersinergi memajukan kualitas sumber daya perempuan di Bengkayang.
Menutup rangkaian kegiatan, Neneng menegaskan bahwa kehadiran P2D bersifat inklusif dan siap berkolaborasi dengan seluruh organisasi perempuan maupun lintas paguyuban suku lainnya. Ia berharap sinergi antara P2D, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus memperkuat keharmonisan, keamanan, serta kedamaian di Kabupaten Bengkayang yang multikultural.








Discussion about this post